Aman Liburan Akhir Tahun Meski Punya Penyakit Kronis? Bisa Banget, Gini Caranya!

06 Jan 2026
Aman Liburan Akhir Tahun Meski Punya Penyakit Kronis? Bisa Banget, Gini Caranya!
Aman Liburan Akhir Tahun Meski Punya Penyakit Kronis? Bisa Banget, Gini Caranya!

Liburan sering dianggap sebagai momen untuk “lepas dari rutinitas” dan menikmati waktu tanpa beban. Tapi buat kamu yang punya penyakit kronis, travelling bukan cuma soal tiket, hotel, dan itinerary. Ada satu hal penting yang nggak boleh terlewat: kesiapan kondisi kesehatan.

Faktanya, banyak orang dengan penyakit kronis tetap bisa bepergian dan menikmati liburan. Namun, risikonya memang lebih tinggi dibanding orang tanpa kondisi medis tertentu. Selama liburan, pola makan sering berubah, jam tidur jadi berantakan, aktivitas fisik meningkat, dan tubuh harus beradaptasi dengan cuaca atau lingkungan baru. Semua ini bisa menjadi pemicu kekambuhan.

Kondisi seperti diabetes, hipertensi, asma, penyakit jantung, hingga autoimun membutuhkan perhatian ekstra. Perubahan cuaca ekstrem, perbedaan ketinggian (altitude), stres perjalanan, sampai dehidrasi bisa memicu serangan mendadak. Nggak heran kalau dokter sering mengingatkan bahwa perjalanan jauh bisa menyebabkan flare-up penyakit kronis jika tidak dipersiapkan dengan baik.

Karena itu, memahami tips travelling penyakit kronis bukan berarti membatasi diri, tapi justru cara paling realistis untuk memastikan liburan tetap aman dan menyenangkan. Dengan perencanaan yang matang, liburan akhir tahun bisa jadi pengalaman menyenangkan!

Travel Safety Guide untuk Orang dengan Penyakit Kronis

Berikut panduan lengkap yang bisa kamu jadikan pegangan sebelum dan selama bepergian. Check this out!

  1. Konsultasi Dokter Sebelum Berangkat

Langkah pertama dan paling penting dalam tips travelling penyakit kronis adalah konsultasi ke dokter. Jangan berangkat dengan asumsi “kayaknya aman-aman aja”.

Pastikan dokter menyatakan kondisi kamu stabil dan aman untuk bepergian. Diskusikan juga rencana perjalanan secara detail, mulai dari durasi, destinasi, hingga aktivitas yang ingin dilakukan.

Beberapa hal yang perlu kamu tanyakan:

  • Apakah ada risiko khusus terkait destinasi (cuaca, altitude, polusi)?

  • Apakah dosis obat perlu disesuaikan?

  • Apakah ada aktivitas yang sebaiknya dihindari?

Kalau perlu, mintalah surat keterangan medis atau catatan obat, terutama jika kamu membawa obat khusus atau alat medis saat naik pesawat. Ini akan sangat membantu jika ada pemeriksaan di bandara.

  1. Siapkan Obat-obatan Secara Lengkap

Obat adalah “lifeline” bagi orang dengan penyakit kronis. Jangan pernah menganggap remeh bagian ini. Beberapa tips penting:

  • Bawa stok obat lebih banyak dari durasi liburan (cadangan 2–3 hari).

  • Simpan obat di tas kabin, bukan di bagasi.

  • Gunakan wadah asli atau kotak obat berlabel jelas.

  • Bawa kotak P3K pribadi untuk kondisi darurat ringan.

Perjalanan bisa penuh kejutan: penerbangan delay, koper tertinggal, atau rute berubah. Dengan persiapan obat yang cukup, kamu nggak perlu panik saat hal-hal tak terduga terjadi.

  1. Atur Itinerary yang Realistis

Godaan terbesar saat liburan adalah ingin mengunjungi semuanya sekaligus. Tapi untuk kondisi kronis, itinerary yang terlalu padat justru berbahaya. Dalam tips travelling penyakit kronis, prinsipnya sederhana: less rush, more rest.

  • Hindari jadwal yang terlalu rapat dari pagi sampai malam.

  • Sisipkan waktu istirahat di sela-sela aktivitas.

  • Jangan ragu untuk skip destinasi jika tubuh mulai terasa lelah.

Ingat, tujuan utama liburan adalah menikmati perjalanan, bukan menyiksa tubuh.

  1. Perhatikan Pola Makan dan Minum

Makanan adalah bagian seru dari travelling, tapi juga bisa jadi pemicu masalah kesehatan.

Kalau kamu punya diabetes, hipertensi, atau penyakit autoimun, penting untuk tetap mindful dengan asupan makanan:

  • Waspadai makanan tinggi gula, garam, atau lemak.

  • Perhatikan porsi dan jam makan.

  • Jangan melewatkan makan utama.

Selain itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi. Dehidrasi bisa memperburuk banyak kondisi kronis, mulai dari tekanan darah hingga kelelahan ekstrem. Selalu sediakan air minum, terutama saat banyak berjalan atau berada di cuaca panas.

  1. Kenali Trigger Penyakit Kamu

Setiap penyakit kronis punya pemicu yang berbeda, dan kamu adalah orang yang paling tahu kondisi tubuhmu sendiri. Contohnya:

  • Asma: udara dingin ekstrem, debu, asap, atau polusi bisa memicu serangan.

  • Hipertensi: stres, kelelahan, dan kurang tidur sering menjadi pemicu utama.

  • Diabetes: jadwal makan yang berantakan dan aktivitas fisik berlebihan bisa memengaruhi kadar gula darah.

  • Autoimun: kelelahan dan stres bisa memicu flare-up.

Dengan mengenali trigger ini, kamu bisa lebih bijak dalam memilih aktivitas dan tahu kapan harus berhenti.

  1. Siapkan Dokumen Medis

Dokumen medis sering kali dianggap tidak penting, sampai akhirnya benar-benar dibutuhkan. Beberapa dokumen yang sebaiknya kamu bawa:

  • Surat riwayat medis singkat

  • Daftar obat dan dosisnya

  • Informasi alergi (jika ada)

  • Kontak darurat keluarga atau dokter

Simpan salinan fisik dan digital di ponsel. Jika terjadi kondisi darurat, dokumen ini bisa mempercepat penanganan medis.

  1. Ketahui Fasilitas Medis di Destinasi

Sebelum berangkat, luangkan waktu untuk mencari tahu fasilitas medis di tempat tujuan.

  • Catat rumah sakit atau klinik terdekat dari penginapan.

  • Pilih akomodasi dengan akses mudah ke fasilitas kesehatan.

  • Ketahui nomor darurat setempat.

Ini adalah bagian penting dari tips travelling penyakit kronis yang sering diabaikan, padahal sangat krusial jika terjadi situasi tak terduga.

  1. Pastikan Punya Perlindungan Perjalanan

Sehebat apa pun persiapanmu, risiko tetap tidak bisa ditebak, terutama untuk penyakit kronis. Perubahan cuaca, kecelakaan kecil, atau kelelahan ekstrem bisa terjadi kapan saja.

Di sinilah peran asuransi perjalanan menjadi penting. Jika kamu tiba-tiba butuh perawatan medis saat liburan, perlindungan perjalanan bisa sangat membantu, baik dari sisi akses maupun finansial.

Liburan Aman Tanpa Overthinking dengan Jaga Liburan

Liburan akhir tahun tetap bisa aman dan menyenangkan meski kamu punya penyakit kronis, selama kamu mempersiapkan semuanya dengan benar. Selain persiapan fisik dan medis, perlindungan ekstra juga penting agar kamu bisa bepergian dengan lebih tenang.

Liburan akhir tahun tetap bisa nyaman dan terencana bagi kamu yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, selama persiapannya dilakukan dengan matang. Selain menjaga kondisi fisik dan kebutuhan medis, perlindungan ekstra juga penting agar perjalanan terasa lebih tenang.

Jaga Liburan dari JAGADIRI hadir untuk jagain keseruan liburan kamu. Dengan premi mulai Rp15 ribu per bulan, kamu bisa mendapatkan perlindungan dari risiko tidak terduga selama liburan.

Liburan jadi makin relax karena kamu nggak perlu terus-menerus cemas soal risiko tak terduga. Fokus saja menikmati perjalanan, momen kebersamaan, dan pengalaman baru. Yuk, travelling tanpa rasa beban dengan Jaga Liburan!