

Di tengah aktivitas yang serba cepat, banyak orang makan sambil ngerjain tugas, sambil meeting, bahkan sambil scrolling media sosial. Asal perut kenyang, dianggap sudah cukup. Padahal, kebiasaan makan terburu-buru ini sering menyebabkan perut kembung, cepat lapar kembali, berat badan naik, bahkan bisa memicu penyakit seperti asam lambung, hipertensi, hingga obesitas.
Untungnya, ada satu konsep sederhana yang bisa jadi solusi praktis: mindful eating. Bagi banyak orang, mindful eating adalah cara makan dengan penuh kesadaran — menikmati setiap gigitan, memperhatikan rasa dan reaksi tubuh. Bukan diet ketat, tapi gaya makan yang lebih pelan, terarah, dan membuat tubuh lebih bahagia.
Apa itu Mindful Eating?
Secara definisi, mindful eating adalah cara makan dengan penuh perhatian terhadap rasa, tekstur, aroma, dan juga sinyal tubuh saat lapar atau kenyang. Konsep ini berasal dari praktik mindfulness meditation, metode menenangkan pikiran dengan fokus penuh pada satu aktivitas. Bedanya, aktivitas ini adalah makan.
Mindful eating bukan soal menghitung kalori atau membatasi makanan tertentu. Bukan juga diet ketat yang bikin stres. Yang ditekankan adalah koneksi antara tubuh dan makanan, agar kita lebih sadar kapan tubuh benar-benar butuh makan, bukan cuma makan karena bosan, stres, atau ikut-ikutan tren makan.
6 Manfaat Mindful Eating untuk Kesehatan, Apa Saja?
-
Mencegah makan berlebihan
Dengan makan secara perlahan dan fokus, otak mendapat cukup waktu untuk menerima sinyal kenyang dari tubuh. Hal ini mencegah kita makan secara impulsif atau terus menambah porsi meski sebenarnya sudah cukup. Kebiasaan ini sangat penting untuk mencegah obesitas dan menjaga agar pola makan lebih teratur.
-
Membantu proses pencernaan
Mindful eating membuat kita mengunyah makanan lebih lama, sehingga makanan masuk ke sistem pencernaan dalam kondisi lebih halus. Hal ini meringankan kerja lambung dan usus sehingga nutrisi lebih mudah diserap tubuh. Akibatnya, muncul perasaan nyaman setelah makan dan risiko kembung atau nyeri lambung berkurang.
-
Menurunkan berat badan secara alami
Karena porsi jadi lebih terkontrol dan pola makan semakin stabil, berat badan dapat turun perlahan tanpa harus diet ekstrem. Penurunan ini terjadi secara lebih sehat dan berkelanjutan karena berasal dari perubahan kebiasaan, bukan sekadar menahan lapar.
-
Menjaga kadar gula dan tekanan darah
Mindful eating membantu menjaga kestabilan kalori dan asupan gula harian. Ketika makan lebih pelan, kita cenderung memilih makanan dengan lebih sadar, bukan sekadar manis atau gurih. Hal ini membantu mengurangi risiko lonjakan gula darah dan tekanan darah dalam jangka panjang.
-
Meningkatkan kesadaran emosional terhadap makanan
Mindful eating mengajarkan kita membedakan mana lapar fisik (karena tubuh butuh energi) dan lapar emosional (karena stres atau bosan). Kemampuan mengenali sinyal ini membantu kita lebih stabil secara mental dan terhindar dari emotional eating.
-
Membangun kebiasaan sehat untuk anak-anak
Ketika anak dibiasakan makan tanpa distraksi dan mengenali rasa makanan, mereka akan tumbuh dengan kebiasaan makan yang lebih baik. Anak-anak juga belajar menghargai makanan, tidak memilih-milih, dan lebih dekat dengan konsep hidup sehat sejak dini.
Cara Menerapkan Mindful Eating di Rumah
-
Makan tanpa distraksi gadget atau televisi
Singkirkan handphone, matikan TV, dan fokus pada aktivitas makan. Dengan tidak terganggu notifikasi, kita dapat lebih menikmati rasa, aroma, dan tampilan makanan. Ini membantu meningkatkan rasa syukur dan secara psikologis mengurangi stres saat makan.
-
Kunyah makanan secara perlahan dan nikmati rasanya
Cobalah mengunyah setiap suapan minimal 20–30 kali. Perhatikan perubahan rasa saat makanan dikunyah. Latihan sederhana ini membantu memperlambat tempo makan sehingga sistem pencernaan bekerja lebih optimal.
-
Dengarkan sinyal kenyang dari tubuh
Berhentilah makan sebelum merasa terlalu kenyang (sekitar 80% kenyang). Jika masih ada makanan di piring, simpan untuk nanti daripada memaksakan habis. Dengan belajar mendengarkan sinyal tubuh, kita lebih selaras dengan kebutuhan asli, bukan sekadar kebiasaan menghabiskan.
-
Ajak keluarga makan bersama dan berbagi cerita
Makan bersama bukan hanya soal makanan, tapi juga membangun hubungan. Obrolan ringan saat makan (tanpa gadget) membuat suasana santai dan membantu keluarga menerapkan mindful eating sebagai kebiasaan bersama.
-
Buat jadwal makan teratur setiap hari
Menentukan waktu makan yang tetap membantu tubuh memahami kapan waktunya mencerna dan kapan waktunya istirahat. Ini juga mengurangi risiko ngemil sembarangan di luar jam makan utama.
-
Ajarkan anak-anak menghargai makanan
Minta anak mendeskripsikan rasa makanan, teksturnya, atau warna sayur. Dengan cara ini, mereka belajar mengenal makanan secara lebih menyenangkan — bukan sekadar disuruh “habiskan.” Ini membuat proses makan jadi pengalaman positif, bukan kewajiban.
Yuk, Mulai Proteksi Keluarga untuk Masa Depan!
Pola makan sehat seperti mindful eating adalah salah satu cara menjaga kesehatan keluarga sejak dini. Tapi selain gaya hidup, kita juga perlu proteksi finansial ketika tiba-tiba sakit dan harus dirawat di rumah sakit.
Jaga Sehat Keluarga dari JAGADIRI hadir untuk memberi perlindungan kesehatan bagi kamu dan seluruh anggota keluarga (hingga 5 orang) dengan premi mulai dari Rp280 ribu per bulan. Santunannya mencakup rawat inap harian, pembedahan, dan rawat jalan — plus premi bisa kembali 25% jika tidak ada klaim selama satu tahun.
Dengan pendaftaran yang mudah dan sistem cashless di RS rekanan, kamu bisa lebih fokus ke kesehatan tanpa pusing biaya medis.
Mindful eating adalah langkah sederhana tapi efektif untuk hidup lebih sehat dalam jangka panjang. Kombinasikan dengan proteksi kesehatan seperti Jaga Sehat Keluarga agar keluarga tidak hanya sehat secara fisik, tapi juga aman secara finansial.
Kalau mau tahu lebih jelas soal manfaat produk ini, cek lengkapnya langsung di website resmi JAGADIRI, ya!