Sering Anggap Remeh! Dehidrasi Saat Travelling ke Daerah Dingin Bisa Fatal

06 Jan 2026
Sering Anggap Remeh! Dehidrasi Saat Travelling ke Daerah Dingin Bisa Fatal
Sering Anggap Remeh! Dehidrasi Saat Travelling ke Daerah Dingin Bisa Fatal

Liburan ke daerah dingin sering jadi bucket list banyak orang. Entah itu ke pegunungan, negara empat musim, atau kota dengan suhu rendah yang terkenal aesthetic. Jaket tebal, boots, dan minuman hangat biasanya sudah jadi checklist utama. Tapi ada satu risiko kesehatan yang sering luput dari perhatian: bahaya dehidrasi.

Kebanyakan orang mengira dehidrasi hanya terjadi saat cuaca panas, saat tubuh berkeringat deras dan tenggorokan terasa kering. Padahal, justru di daerah dingin risiko dehidrasi bisa meningkat tanpa kamu sadari. Tubuh tetap kehilangan cairan, bahkan dengan cara yang lebih “halus” dan sulit terdeteksi. Kalau diabaikan, kondisi ini bukan cuma bikin liburan jadi nggak nyaman, tapi juga bisa berujung fatal.

Artikel ini akan membahas secara lengkap kenapa dehidrasi di cuaca dingin itu nyata, apa saja bahayanya, dan bagaimana cara mencegahnya agar perjalanan tetap aman dan menyenangkan. Let's go kita kupas tuntas!

Fenomena Dehidrasi di Cuaca Dingin yang Sering Diabaikan

Saat suhu turun, respon tubuh kita ikut berubah. Rasa haus berkurang, keringat tidak terasa sebanyak di cuaca panas, dan tubuh terasa “baik-baik saja”. Padahal, secara fisiologis, tubuh tetap kehilangan cairan setiap saat.

Salah satu penyebab utama bahaya dehidrasi di daerah dingin adalah water loss through breath. Saat kamu bernapas di udara dingin dan kering, tubuh menghangatkan udara yang masuk. Proses ini menghasilkan uap air yang keluar setiap kali kamu mengembuskan napas. Semakin dingin dan kering udaranya, semakin banyak cairan yang hilang lewat napas.

Selain itu, cuaca dingin memicu peningkatan produksi urine. Tubuh berusaha menjaga suhu inti dengan mengalihkan aliran darah, yang akhirnya membuat ginjal bekerja lebih aktif. Akibatnya, kamu lebih sering buang air kecil dan kehilangan cairan tanpa sadar.

Masalahnya, karena tidak merasa kepanasan atau haus, banyak orang jadi jarang minum. Inilah yang dikenal sebagai cold-weather dehydration, kondisi dehidrasi yang terjadi diam-diam tanpa gejala awal yang jelas.

Bahaya Dehidrasi Saat Liburan di Cuaca Dingin

Mengabaikan kebutuhan cairan tubuh saat travelling ke daerah dingin bisa berdampak lebih serius dari yang kamu bayangkan. Berikut beberapa risiko yang perlu kamu waspadai.

  1. Konsentrasi Menurun dan Mudah Lelah

Dehidrasi ringan saja sudah cukup untuk memengaruhi fungsi otak. Saat tubuh kekurangan cairan, aliran darah ke otak bisa menurun, menyebabkan fokus berkurang dan tubuh cepat lelah.

Kondisi ini sangat berbahaya jika kamu sedang melakukan perjalanan jarak jauh, terutama menyetir mobil atau motor. Reaksi menjadi lebih lambat, mudah mengantuk, dan kemampuan mengambil keputusan menurun. Dalam situasi cuaca dingin yang licin atau bersalju, kehilangan konsentrasi bisa berujung pada kecelakaan.

  1. Bibir dan Kulit Cepat Pecah-Pecah

Salah satu tanda awal bahaya dehidrasi yang paling sering diabaikan adalah bibir kering dan kulit pecah-pecah. Udara dingin cenderung memiliki tingkat kelembapan yang rendah, sehingga cairan di permukaan kulit menguap lebih cepat.

Kalau kamu merasa sudah pakai lip balm tapi bibir tetap kering, atau kulit terasa ketarik dan gatal, itu bisa jadi sinyal tubuh kekurangan cairan dari dalam, bukan sekadar masalah skincare.

  1. Pusing, Sakit Kepala, dan Gangguan Fokus

Banyak orang mengira pusing saat liburan disebabkan oleh kelelahan atau perubahan cuaca semata. Padahal, dehidrasi adalah salah satu penyebab utama sakit kepala, terutama di lingkungan dingin.

Kurangnya cairan membuat volume darah menurun, sehingga suplai oksigen ke otak berkurang. Akibatnya, kamu bisa mengalami pusing, nyeri kepala, dan brain fog yang bikin liburan jadi kurang enjoyable.

  1. Risiko Hypothermia Semakin Tinggi

Ini salah satu dampak paling serius dari bahaya dehidrasi di cuaca dingin. Cairan berperan penting dalam membantu tubuh mengatur suhu inti. Saat tubuh kekurangan cairan, mekanisme penghangatan alami menjadi kurang efektif.

Akibatnya, risiko hipotermia meningkat, terutama jika kamu banyak beraktivitas di luar ruangan, terkena angin dingin, atau hujan salju. Kondisi ini bisa berbahaya, bahkan mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat.

  1. Daya Tahan Tubuh Menurun

Dehidrasi juga berdampak langsung pada sistem imun. Cairan tubuh membantu mengangkut nutrisi dan oksigen ke seluruh sel, termasuk sel imun. Saat cairan tidak tercukupi, kemampuan tubuh melawan virus dan bakteri ikut menurun.

Itulah sebabnya, orang yang dehidrasi lebih rentan terkena flu, batuk, atau infeksi saluran pernapasan saat liburan di daerah dingin. Bukannya menikmati perjalanan, kamu malah harus beristirahat di penginapan atau mencari fasilitas kesehatan.

Cara Mencegah Dehidrasi Saat Travelling ke Daerah Dingin

Kabar baiknya, bahaya dehidrasi bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana, asalkan kamu sadar dan konsisten melakukannya. Berikut beberapa langkah praktis yang bisa kamu terapkan selama liburan.

  1. Minum Air Secara Teratur Meski Tidak Haus

Jangan menunggu haus untuk minum. Di cuaca dingin, sinyal haus sering tertunda. Biasakan minum air setiap 1–2 jam, meskipun hanya beberapa teguk.

Gunakan reminder di ponsel atau jam tangan pintar sebagai pengingat. Membawa botol minum sendiri juga membantu kamu memantau seberapa banyak cairan yang sudah dikonsumsi sepanjang hari.

  1. Pilih Minuman Hangat yang Aman untuk Hidrasi

Minuman hangat bukan cuma bikin badan lebih nyaman, tapi juga membantu kamu minum lebih banyak tanpa terasa berat. Air putih hangat, teh herbal tanpa kafein, atau infused water suhu hangat adalah pilihan terbaik.

Hindari minuman dengan gula berlebih karena bisa memicu rasa haus palsu dan tidak efektif menghidrasi tubuh.

  1. Batasi Konsumsi Kopi dan Alkohol

Ngopi atau minum alkohol sering jadi bagian dari pengalaman liburan, apalagi di daerah dingin. Tapi perlu diingat, dua jenis minuman ini bersifat diuretik, yang berarti bisa meningkatkan produksi urine dan mempercepat kehilangan cairan.

Kalau tetap ingin menikmati kopi atau wine, pastikan kamu mengimbanginya dengan air putih yang cukup agar risiko dehidrasi tetap terkendali.

  1. Konsumsi Buah dengan Kandungan Air Tinggi

Buah bukan cuma sumber vitamin, tapi juga cairan tambahan untuk tubuh. Jeruk, stroberi, melon, pir, dan apel adalah contoh buah yang kaya air dan mudah ditemukan.

Mengonsumsi buah sebagai snack di sela aktivitas bisa membantu menjaga hidrasi tanpa terasa seperti “maksa minum”.

  1. Lindungi Kulit dan Bibir dari Kekeringan Ekstrem

Menggunakan lip balm dan moisturizer bukan cuma soal penampilan, tapi juga bagian dari pencegahan dehidrasi ringan. Kulit yang terlalu kering bisa mempercepat kehilangan cairan dari tubuh.

Pilih produk dengan kandungan yang melembapkan dan gunakan secara rutin, terutama setelah berada di luar ruangan.

  1. Gunakan Masker Kain Saat Beraktivitas di Luar

Masker kain atau buff tidak hanya melindungi wajah dari dingin, tapi juga membantu menghangatkan udara yang kamu hirup. Udara yang lebih hangat dan lembap akan mengurangi penguapan cairan dari napas.

Langkah sederhana ini bisa sangat membantu, terutama saat berjalan jauh atau berada di area bersalju.

Liburan Aman Dimulai dari Tubuh yang Terhidrasi

Liburan ke daerah dingin memang menawarkan pengalaman yang berbeda dan seru. Tapi di balik pemandangan indah dan udara sejuk, ada risiko kesehatan yang sering diremehkan, salah satunya bahaya dehidrasi. Kondisi ini bisa muncul tanpa tanda jelas, tapi dampaknya nyata, mulai dari kelelahan, penurunan fokus, hingga risiko hipotermia.

Menjaga hidrasi bukan berarti liburan jadi ribet. Justru dengan persiapan yang tepat dan kebiasaan sederhana, kamu bisa menikmati perjalanan dengan lebih nyaman dan aman.

Jaga Sehat Keluarga, Biar Liburan Tanpa Beban!

Meski sudah berhati-hati, risiko kesehatan saat liburan tetap bisa terjadi, apalagi jika bepergian bersama keluarga. Perubahan cuaca, aktivitas padat, dan kondisi tak terduga bisa membuat tubuh drop kapan saja.

Di sinilah Jaga Sehat Keluarga yang merupakan produk dari JAGADIRI hadir sebagai perlindungan tambahan. Dengan premi mulai Rp 280 ribu per bulan, kamu bisa mendapatkan santunan perawatan rumah sakit, pembedahan, dan rawat jalan hingga 5 anggota keluarga. Prosesnya praktis, tanpa prosedur ribet, jadi kamu bisa fokus menikmati momen liburan tanpa rasa cemas.

Liburan saat musim hujan memang seru, tapi kesehatan tetap nomor satu. Yuk, jaga diri dan keluarga agar setiap perjalanan jadi pengalaman yang aman, nyaman, dan penuh cerita indah bersama Jaga Sehat Keluarga!