PHK Massal di Indonesia Bikin Cemas? Alasan Kamu Wajib Punya Proteksi Kesehatan!

29 Aug 2025
PHK Massal di Indonesia Bikin Cemas? Alasan Kamu Wajib Punya Proteksi Kesehatan!
PHK Massal di Indonesia Bikin Cemas? Alasan Kamu Wajib Punya Proteksi Kesehatan!

Kondisi dunia kerja saat ini penuh ketidakpastian, dan phk di indonesia semakin sering terjadi. Data menunjukkan bahwa per Mei 2025, jumlah pekerja yang terkena PHK sudah menembus 26.000 lebih orang. Bahkan per Juli 2025, sebanyak 1,01 juta lulusan sarjana tercatat menganggur. Total pengangguran di Indonesia kini sudah mencapai lebih dari 7,28 juta orang.

PHK tidak hanya membuat seseorang kehilangan penghasilan, tapi juga fasilitas kantor seperti tunjangan kesehatan dan asuransi dari perusahaan. Di saat ekonomi serba mahal, kehilangan proteksi kesehatan jadi pukulan telak. Dunia kerja memang makin cepat berubah, tapi kita masih bisa mengambil kendali terhadap perlindungan kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga.

Apa Dampaknya Jika Kehilangan Asuransi Kesehatan dari Kantor?

Salah satu efek paling terasa dari phk di indonesia adalah hilangnya akses ke biaya pengobatan. Ketika asuransi dari kantor dicabut, seluruh biaya rumah sakit harus dibayar sendiri. Beberapa dampak negatifnya:

  1. Biaya Rumah Sakit Harus Ditanggung Sendiri

Tanpa asuransi kantor, semua biaya konsultasi, lab, rawat inap, dan obat harus dibayar pribadi. Padahal, rawat inap di rumah sakit besar bisa mencapai 1–2 juta per hari, belum termasuk tindakan medis. Ini membuat semua biaya pengobatan terasa sangat berat, terutama kalau sedang tidak punya penghasilan tetap setelah PHK.

  1. Menunda atau Menghindari Pengobatan

Banyak orang akhirnya menunda periksa dokter meski kondisi sudah tidak nyaman. Alasannya karena takut biaya mahal. Penundaan ini justru membuat penyakit semakin parah, berpotensi berubah menjadi kondisi kronis yang lebih sulit diobati dan lebih mahal biayanya.

  1. Dana Darurat Cepat Habis

Jika harus bayar rumah sakit secara mendadak, dana darurat bisa terkuras dalam waktu singkat. Padahal dana darurat dibutuhkan juga untuk biaya hidup sehari-hari hingga dapat pekerjaan baru. Ini membuat keuangan keluarga menjadi tidak stabil, terutama jika PHK terjadi secara tiba-tiba.

  1. Risiko Berutang untuk Pengobatan

Tanpa proteksi, sebagian orang terpaksa berutang ke saudara atau menggunakan pinjaman online demi biaya pengobatan. Utang ini menambah beban finansial baru dan bisa menimbulkan stres berkepanjangan setelah masa pemulihan.

  1. Keluarga Ikut Terbebani

Kalau yang sakit adalah tulang punggung keluarga, maka dampaknya bukan hanya pada biaya rumah sakit, tapi juga penghasilan utama terhenti. Artinya, keluarga harus menanggung dua hal sekaligus: biaya hidup dan biaya pengobatan, dan itu bisa memicu konflik atau tekanan emosional.

Kondisi Kerja Sekarang yang Fleksibel Namun Rentan

Fenomena freelance, kontrak jangka pendek, dan gig economy memang memberi fleksibilitas. Tapi di sisi lain, jenis kerja ini sering tidak menyediakan benefit seperti BPJS tambahan atau asuransi kesehatan korporat. Ketika phk di indonesia meningkat dan banyak posisi dikontrak sementara, artinya keamanan kerja menurun.

Pekerjaan bisa hilang kapan saja, tapi penyakit tidak kenal waktu. Kalau tidak ada proteksi kesehatan mandiri, kamu bisa kehilangan penghasilan sekaligus harus membayar biaya rumah sakit yang besar.

Kenapa Kamu Butuh Asuransi Kesehatan Pribadi?

  1. Tetap Terlindungi Meski Status Kerja Berubah-ubah

Di tengah banyaknya PHK di Indonesia, jenis pekerjaan freelance, kontrak, dan gig economy makin umum. Asuransi pribadi membuat kamu tetap punya perlindungan kapan saja, meski tidak lagi bekerja di kantor atau sedang jeda antar pekerjaan.

  1. Melindungi Keluarga dalam Satu Polis

Asuransi keluarga seperti Jaga Sehat Keluarga melindungi hingga 5 anggota sekaligus. Jadi, kamu tidak hanya melindungi diri sendiri, tapi pasangan dan anak juga aman. Ini lebih hemat dibanding membeli polis terpisah.

  1. Premi Bisa Disesuaikan dengan Kondisi Finansial

Ada pilihan plan mulai premi terjangkau, sehingga tetap bisa dipakai meski penghasilan belum stabil. Kamu bisa pilih program yang fokus pada rawat inap saja, atau sekaligus mencakup pembedahan dan rawat jalan sesuai kemampuan.

  1. Mencegah Bangkrut karena Biaya Medis Mendadak

Satu kali rawat inap karena demam berdarah atau usus buntu bisa menghabiskan belasan hingga puluhan juta. Dengan asuransi, risiko ini tidak merusak tabungan atau memaksa kamu menjual aset. Proteksi ini jadi penyelamat finansial saat situasi tak terduga datang.

  1. Memberi Rasa Tenang dan Fokus Cari Pekerjaan Baru

Setelah kena PHK, fokus utama seharusnya mencari pekerjaan baru. Jika masih ada proteksi kesehatan, kamu tidak terbebani pikiran soal biaya rumah sakit jika sewaktu-waktu jatuh sakit saat belum bekerja. Hal ini memberikan rasa tenang saat menjalani masa transisi.

Untuk kamu yang khawatir dengan tingginya phk di indonesia, Jaga Sehat Keluarga dari JAGADIRI bisa jadi solusi realistis. Produk ini memungkinkan kamu tetap punya asuransi kesehatan walau tak lagi bekerja di kantor tetap.

Kenapa harus Jaga Sehat Keluarga?

  1. Premi mulai dari Rp280 ribu per bulan

  2. Santunan rawat inap, pembedahan, hingga rawat jalan (untuk 5 anggota keluarga)

  3. Tanpa medical check-up dan tanpa prosedur rumit

  4. Premi kembali 25% jika tidak ada klaim setahun

  5. Cashless di rumah sakit rekanan

Kamu tidak perlu tergantung pada perusahaan untuk bisa punya proteksi kesehatan. Jaga Sehat Keluarga tetap berjalan meskipun status kerja berubah, putus kontrak, atau freelance. 

Dengan memiliki asuransi kesehatan mandiri, kamu bisa melindungi diri sendiri dan keluarga dari risiko biaya medis yang besar. Kepoin di website JAGADIRI sekarang juga!