

Bagi banyak anak muda, terutama Gen Z, gaji pertama terasa seperti kemenangan setelah bertahun-tahun sekolah atau kuliah. Waktu terima slip gaji pertama, rasanya pengen langsung belanja, nongkrong fancy, beli skincare lengkap, atau kasih self-reward full sebulan.
Tidak salah sebenarnya, tapi kalau seluruh gaji langsung habis untuk gaya hidup dan self-reward, maka uang itu hanya numpang lewat.
Masalahnya, kebiasaan boros di awal bisa jadi pola jangka panjang: selalu habis sebelum akhir bulan, tidak punya tabungan, dan merasa “ah nanti saja” untuk mulai nabung atau proteksi. Padahal justru gaji pertama adalah momen emas untuk membangun pondasi keuangan. Termasuk mulai belajar menabung, investasi kecil, bahkan mempertimbangkan asuransi sedari muda selagi preminya masih terjangkau.
Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Gen Z Saat Dapat Gaji Pertama
-
Boros untuk gaya hidup dan self-reward berlebihan
Gen Z cenderung ingin “balas dendam” setelah akhirnya punya uang sendiri, apalagi selama masa kuliah sering hidup pas-pasan. Akhirnya semua keinginan langsung dilampiaskan: jajan setiap hari, beli gadget baru, nongkrong tiap malam. Sebenarnya wajar banget memberi penghargaan untuk diri sendiri, tapi kalau porsinya lebih besar dari kebutuhan dasar, maka gaji pertama hanya lewat begitu saja, tanpa bekas. Kebiasaan ini kalau terus menerus bisa membuat gaya hidup besar pasak daripada tiang.
-
Tidak punya rencana pengeluaran bulanan (budgeting)
Karena merasa uang masih sedikit, banyak yang enggan buat anggaran. Padahal justru saat income masih kecil, budgeting sangat penting supaya tahu berapa untuk kebutuhan, berapa untuk keinginan, dan berapa untuk tabungan. Tanpa budgeting, uang akan habis secara spontan, tanpa disadari. Kebanyakan orang baru sadar saat saldo rekening tinggal sedikit, dan bingung ke mana uangnya pergi.
-
Lupa menabung dan investasi dari awal
Banyak Gen Z berpikir tabungan dan investasi bisa dimulai nanti kalau gaji sudah besar. Padahal kebiasaan menabung jauh lebih penting daripada jumlah nominalnya. Kalau tidak dibiasakan dari gaji pertama, nanti saat gaji naik pun tetap akan merasa kurang. Investasi tidak harus langsung saham atau properti – mulai dari reksa dana Rp10 ribu pun bisa. Yang penting membangun kebiasaan.
-
Tidak punya dana darurat
Saat masih muda, banyak yang merasa sehat dan belum punya tanggungan, sehingga menganggap dana darurat belum perlu. Padahal risiko kehilangan pekerjaan mendadak, kecelakaan ringan, atau alat kerja rusak bisa terjadi kapan saja. Tanpa dana darurat, kemungkinan besar seseorang akan meminjam uang atau menggunakan kartu kredit, yang artinya menambah beban hutang di awal karir.
-
Tidak terpikir pentingnya asuransi / proteksi
Banyak merasa “asuransi itu urusan orang tua”, padahal asuransi justru lebih murah kalau dibeli saat usia masih muda. Kalau tiba-tiba sakit atau kecelakaan, ditanggung sendiri akan jauh lebih berat karena penghasilan belum besar. Jadi memiliki proteksi sejak dini justru menciptakan rasa aman dan mempermudah masa depan finansial.
Tips Mengelola Gaji Pertama agar Gak Cuma Numpang Lewat
-
Tentukan prioritas pengeluaran sejak awal
Mulailah dengan mencatat kebutuhan utama seperti makan, transport, sewa kos, pulsa, atau kuota kerja. Setelah kebutuhan terpenuhi, baru atur porsi untuk hiburan dan self-reward. Dengan begitu kamu tetap menikmati gaji pertama, tanpa mengorbankan keamanan finansial ke depan. Prioritas ini penting supaya gaya hidup tidak melebihi kemampuan.
-
Buat anggaran sederhana sesuai kondisi
Metode populer seperti 50-30-20 atau 40-30-20-10 bisa dijadikan kerangka dasar. Misalnya 50% untuk kebutuhan hidup harian, 30% untuk lifestyle dan self-reward, 20% untuk tabungan/investasi/dana darurat. Atau jika kamu ingin lebih disiplin, tambahkan 10% untuk proteksi seperti asuransi. Anggaran ini jadi peta harian yang membantu kamu tahu batas pengeluaran.
-
Sisihkan tabungan & dana darurat di awal, bukan sisa
Langsung sisihkan tabungan minimal 10% begitu gajian, jangan tunggu sampai akhir bulan. Kalau kamu bisa disiplin sejak gaji pertama, tabungan akan tumbuh otomatis, dan kamu tidak akan kaget jika suatu hari perlu dana mendadak.
-
Mulai investasi kecil-kecilan sejak awal
Tak perlu modal besar. Investasi awal bisa lewat reksa dana Rp 100 ribu per bulan atau emas digital. Tujuannya bukan untuk kaya mendadak, tapi membiasakan diri berinvestasi sejak muda. Semakin dini, efek compounding akan bekerja lebih optimal.
-
Pertimbangkan asuransi sejak dini
Asuransi sering dianggap beban, padahal fungsinya menjaga penghasilanmu tetap aman saat terkena risiko serius. Contohnya Jaga Jiwa Xtra dari JAGADIRI yang preminya masih terjangkau untuk usia muda. Kalau nanti kamu mendadak jatuh sakit, penghasilan tidak langsung hilang dan kamu tetap bisa menjaga kondisi finansial.
-
Gunakan aplikasi keuangan untuk tracking
Manfaatkan aplikasi pencatat keuangan di smartphone agar kamu tahu secara detail pengeluaran harianmu. Aplikasi semacam ini menampilkan grafik pengeluaran sehingga kamu bisa mengevaluasi keberhasilan budget.
-
Belajar soal finansial dari sumber kredibel
Karena banyak konten beredar di media sosial, penting untuk membandingkan dengan sumber yang terpercaya (seperti buku finansial, artikel perbankan, atau mentor keuangan). Informasi yang tepat bisa bantu kamu membuat keputusan lebih bijak dan tidak terjebak gaya hidup konsumtif semata.
Kenapa Gen Z Perlu Sisihkan Uang untuk Asuransi?
Punya gaji berarti kamu mulai bertanggung jawab atas hidupmu sendiri. Memiliki asuransi adalah bagian dari cara dewasa mengelola risiko. Kalau suatu saat kamu jatuh sakit serius atau mengalami kecelakaan, kamu tidak perlu membebani keluarga karena ada perlindungan finansial.
Produk seperti Jaga Jiwa Xtra dari JAGADIRI bisa jadi awal yang tepat untuk Gen Z mulai punya proteksi. Karena premi mulai dari Rp132 ribu per bulan, manfaatnya cukup signifikan: santunan meninggal dunia (akibat sakit maupun kecelakaan), plus premi bisa kembali hingga 110%* jika tidak ada klaim selama masa pertanggungan.
Kalau kamu mau mulai proteksi diri dan pasangan dari sekarang, coba cek produk Jaga Jiwa Xtra dari JAGADIRI. Dengan premi yang masih affordable untuk level gaji pertama, kamu sudah mulai membangun perlindungan jangka panjang untuk hal-hal tak terduga.
Cek manfaat lengkapnya dan hitung preminya langsung lewat website JAGADIRI, ya!